
Legacy Arena – Manchester City mengunci gelar juara Piala Liga Inggris atau Carabao Cup 2025/26 setelah menundukkan Arsenal asuhan Mikel Arteta. The Citizens mencetak dua gol tanpa balas pada laga final di Stadion Wembley, London Senin dini hari (23/3/2026).
City melibas mimpi Arsenal untuk meraih quadruple melalui talenta muda mereka, Nico O’Reilly yang memboyong dua gol penentu di babak kedua. Trofi ini menjadi yang kesembilan sepanjang sejarah Manchester City. Sedangkan untuk Arsenal, trofi Piala Liga Inggris terakhir mereka dapatkan di musim 1992/93.
Partai final Carabao Cup kali ini tergolong ketat. Menit ketujuh, tembakan jarak dekat Kai Havertz dapat dibendung James Trafford yang keluar dari sarangnya. Bukayo Saka coba menyambar bola muntahan tersebut sebelum Trafford tampil gemilang dengan tangkisannya.
Peluang terbaik City datang dari umpan silang Antoine Semenyo di sisi kiri pertahanan Arsenal pada menit ke-20. Erling Haaland menyambutnya dengan tandukan keras yang melambung ke atas gawang. Kedua tim gagal memecah kebuntuan hingga paruh waktu.
Di babak kedua City bermain lebih agresif dan Arsenal terpaksa bertahan lebih dalam. Progres tercipta pada menit ke-60 ketika umpan silang Rayan Cherki dari sisi kiri Arsenal gagal diamankan oleh Kepa Arrizabalaga. Bola muntah pun berhasil dikonversi menjadi gol pembuka melalui sundulan O’Reilly.
Hanya empat menit setelahnya, Nico O’Reilly yang tetap sigap di area kotak penalti sukses menggedor gawang Arrizabalaga untuk kedua kalinya. Gol Kedua O’Reilly berhasil membuat Pep Guardiola bersorak dan berlarian dengan heboh.

Arsenal Berusaha memperkecil ketertinggalan. Namun, ancaman sepakan Riccardo Calafiori dan sundulan Gabriel Jesus hanya membentur tiang gawang Manchester City. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Arsenal tinggal di lapangan untuk menyaksikan pemberian gelar juara untuk Manchester City.
Kekalahan ini menambah tekanan bagi rezim Arteta yang sudah beberapa tahun tidak memenangkan trofi mayor. Setelah ini Arsenal masih harus melanjutkan perburuan gelar mereka di Liga Champions, Piala FA, dan Liga Inggris. The Gunners dituntut menunjukkan performa terbaiknya jika tak ingin musim tanpa trofi terulang kembali.