Home LEGACY CULTUREUntidar Run 2026: Jarak Bertambah Jadi 9K, Antusiasme Warga Magelang Makin Membara

Untidar Run 2026: Jarak Bertambah Jadi 9K, Antusiasme Warga Magelang Makin Membara

by Yufita Suci
9 views
Para pelari Untidar Run 2026 memasuki garis finish di Kampus Sidotopo Universitas Tidar pada Minggu (7/6) (Fandi Sidik/Legacy Arena)

Magelang, Legacy Arena – Universitas Tidar (Untidar) kembali menggelar event Untidar Run, pada Minggu, 7 Juni 2026 di kawasan Kampus Sidotopo Universitas Tidar. Pada edisi kedua kali ini panitia menambah panjang rute menjadi 9K dari semula 5K pada tahun 2024. 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Parmin, menjelaskan bahwa penambahan jarak ke 9 kilometer murni didasarkan pada pertimbangan teknis rute, bukan keputusan sepihak. Setelah jalur dipetakan dan dihubungkan, jarak yang paling memungkinkan justru jatuh di angka 9K. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan jarak ini akan digenapkan menjadi 10K pada edisi berikutnya.

Pemindahan lokasi ke Kampus Sidotopo juga disebut sebagai bagian dari strategi branding kampus, terutama di bawah kepemimpinan rektorat baru yang ingin memperkuat eksistensi Untidar di ranah digital. Momentum peserta yang ramai mengunggah dokumentasi lari mereka ke media sosial dinilai turut mendongkrak citra kampus.

Untidar Run sendiri diselenggarakan dua tahun sekali dengan tujuan utama mengolahragakan keluarga besar Untidar sekaligus masyarakat sekitar. Menariknya, event ini juga menyediakan kategori khusus pelajar sebuah ciri yang menurut panitia membedakan Untidar Run dari ajang lari serupa yang kini marak diadakan di berbagai level, mulai dari sekolah hingga kampus lain. Melihat antusiasme yang terus meningkat, panitia bahkan optimistis menjadikan edisi ketiga nanti sebagai event berskala nasional.

Dibandingkan edisi pertama, persiapan tahun ini disebut jauh lebih matang. Panitia melibatkan lebih banyak mitra, termasuk event organizer profesional dan sejumlah sponsor, didukung pendanaan resmi dari kampus. Soal keamanan, pengamanan rute melibatkan kepolisian, Satpol PP, hingga relawan dari kalangan mahasiswa. Tiga unit ambulans juga disiagakan di titik-titik strategis sesuai standar penyelenggaraan event lari.

Target 500 peserta dengan rute sejauh 9 kilometer yang menyuguhkan pemandangan alam dinyatakan tercapai. Tak hanya soal jarak dan keamanan, hadiah yang disiapkan pun terbilang istimewa  mulai dari sepeda listrik hingga kambing, hasil dukungan dari para sponsor.

Antusiasme tak hanya terlihat dari sisi panitia, tetapi juga dari para pelari yang turun langsung ke rute 9K. Mimi dan Wawa, dua peserta yang mengikuti lomba bersama, mengaku mengetahui informasi Untidar Run 2026 dari Instagram. Wawa yang baru pertama kali mengikuti race ditemani Mimi yang sudah lebih berpengalaman sebagai trail runner. Hasilnya, Wawa justru berhasil mencatatkan catatan rekor pribadinya di ajang ini.

“Rutenya sesuai ekspektasi, water station di setiap kilometer juga seger-seger semua,” ujar Mimi. Keduanya juga mengapresiasi kelengkapan medis dan keamanan jalur, meski sebagian rute berada di pinggir jalan raya. Harapan mereka sederhana: semoga Untidar Run terus diadakan di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Arga, peserta lain yang juga mengetahui informasi lomba dari Instagram, mengikuti Untidar Run dengan dua alasan: mendukung agenda kampus sebagai mahasiswa Untidar, sekaligus menantang dirinya sendiri untuk mencoba jarak yang lebih panjang dari kebiasaannya. Meski 9 kilometer terdengar menantang, adanya COT yang cukup longgar membuat pengalaman larinya terasa lebih santai.

Arga turut memuji fasilitas yang disediakan panitia, mulai dari jersey, race pack, hingga voucher minuman di sepanjang rute. “Semoga Untidar Run bisa lebih meriah lagi, dan Untidar makin jaya,” harapnya.

Menutup rangkaian wawancara, Parmin menegaskan bahwa edisi 2026 ini menjadi bekal evaluasi sebelum Untidar Run kembali digelar dua tahun mendatang. Targetnya jelas yakni memperbesar kuantitas peserta sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan, mulai dari jumlah sponsor, nilai hadiah, hingga kemeriahan acara secara keseluruhan.

Dengan capaian edisi kedua yang dinilai sudah sesuai target, Untidar Run perlahan membuktikan dirinya bukan sekadar agenda olahraga musiman, tetapi juga ruang temu antara kampus dan masyarakat Magelang dalam bingkai semangat sehat dan kebersamaan.

You may also like

Leave a Comment